Darurat Sampah Nasional:
Menganalisis Krisis & Peluang
TPA penuh, polusi meningkat, dan model ekonomi linear gagal. Laporan interaktif ini membedah data resmi dan menganalisis mengapa Ekonomi Sirkular belum menjadi standar di Pemerintah Daerah.
Peta Masalah di Kota Besar
Data kuantitatif dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Masalah utama terkonsentrasi di area metropolitan.
Jabodetabek Mendominasi
DKI Jakarta menghasilkan lebih dari 7.500 ton sampah per hari. Bantargebang kini berada di titik kritis.
Dominasi Organik
Tingginya persentase sisa makanan membuat sampah anorganik kotor dan sulit didaur ulang tanpa pemilahan di sumber.
Status Pengelolaan 2025
Sumber Data: KLHK & SIPSN (Agregat 2024/2025)
Akar Masalah Sistemik
Sampah Tercampur
Pemisahan organik dan anorganik masih sangat rendah di tingkat rumah tangga.
Model Angkut-Buang
Fokus Pemda masih pada pemindahan sampah, bukan pengurangan volume.
Retribusi Rendah
Biaya pengelolaan tidak sebanding dengan operasional berkelanjutan.
Model Sirkular: Masa Depan Kota
Ekonomi sirkular memastikan material terus berputar. Sampah organik menjadi energi/maggot, dan plastik menjadi bahan baku industri.
Sentralisasi TPS3R
Pengolahan di tingkat kelurahan untuk mengurangi beban TPA secara signifikan.
Mata Iklim Circular Flow
Sumber Data Resmi
Transparansi data adalah kunci untuk kebijakan yang tepat. Berikut adalah referensi utama laporan ini:
